Siapa dia, Entah Dimana?

Assalamualaikum kamu yang kini belum dipertemukan Allah denganku. Aku masih sabar menunggumu datang dan bersama-sama menuju ridho Allah.

Sampai saat ini aku sering bertanya siapakah dirimu? seperti apa dirimu? apakah kita pernah bertemu? atau mungkin kau telah ada di sekelilingku? aku begitu penasaran dan tak henti-hentinya meminta untuk segera dipertemukan denganmu.

Terkadang aku takut dan khawatir. Betapa aku memiliki banyak kekurangan. Apakah nanti kau bisa menerima segala cacat yang ku miliki dari masalaluku? Apakah nanti kau dan keluargamu dapat menerimaku? aku benar-benar takut. Tapi aku percaya jodoh telah ditakdirkan dan dipilihkan sebaik-baiknya.

Aku memang jauh dari sempurna, untuk itu sebelum aku bertemu denganmu, aku berusaha keras memperbaiki diriku. Berusaha memantaskan diri agar dapat bersanding denganmu dan membuatmu bangga telah memilihku. Meskipun aku tidak seindah yang kau bayangkan, aku ingin aku menjadi jodoh yang terbaik untukmu.

Kepada calon istriku kelak, aku berharap siapapun dirimu, kau adalah pilihan Allah yang mampu menemaniku hingga akhir waktu nanti. Tanpa mengenal kata pisah, tanpa mengenal kata perceraian. Aku ingin menua bersamamu. Menghabiskan waktu yang Allah berikan bersama sosok yang Allah pilihkan.

Semoga doa-doaku yang tak pernah putus akan diijabah oleh Allah dan kita segera bertemu diwaktu yang tepat dan cara yang indah. Aamiin yaa robbal alamiin.